Handphone penulis bergetar tidak lama setelah konflik Sunnah-Syiah kembali meletus di Sampang, Madura, Ahad, 27 Agustus 2012. Sebuah pesan dari seorang rekan datang dengan membawa fakta mengejutkan. Ia menyampaikan bahwa beberapa pengikut Syiah di Sampang secara terang-terangan memakai atribut Hizbullah. Tragedi Sampang jilid II sendiri memasuki babak baru setelah ranjau darat ditanam kelompok Syiah yang melukai umat Sunni di Sampang. Menurut para ulama inilah pemicu konlik dalam sengketa Sunni dan Syiah akhir Agustus lalu.
Beredarnya atribut Hizbullah tentu mengagetkan banyak pihak. Ia bukanlah nama asing bagi Ahlus Sunnah, umumnya di daerah Syam, khususnya di Suriah. Hizbullah adalah organisasi politik dan paramiliter Syiah yang didirikan pada tahun 1982 dengan basis di Libanon. Celakanya, selain pernah terekam melawan Israel, Hizbullah juga berkecimpung membela rezim Suriah dalam membantai pemberontak Ahlus Sunnah.

Baca artikel  selengkapnya di MUT’AH DALAM SYIAH tafhadol
“Pergi, pergilah Bashar. Bawalah partai setan (Hizbullah) bersamamu,” teriak warga Suriah, Sabtu (1/9/2012).
Ucapan warga sipil Suriah itu adalah bentuk protes mereka kepada Hizbullah dan Iran yang selama ini berada di balik dukungan kepada Presiden Bashar Assad. Puluhan ribu mayat warga Sunni tampaknya tidak menjadi persoalan selama support kepada Assad terus mengalir. Juru bicara tentara oposisi Suriah pun secara benderang mengatakan kepada “Al-Jazeera” bahwa ketika mereka menangkap puluhan anggota Shabiha terdapat beberapa anggota milisi Hizbullah di dalamnya. Shabiha adalah kelompok berbadan besar yang memiliki jejak berdarah membantai pemberontak Suriah.
Tentu fenomena ini menjadi pertanyaan besar bagi Syiah yang selama ini mengaku terdepan melawan kezhaliman Barat. Tidak segan-segan Iran rajin mengkoleksi kata kecam kepada Israel ketika inflitrasi Yahudi  menukik di Palestina. Lewat opini itulah Iran menjual identitasnya kepada Ahlus Sunnah bahwa mereka bisa saling bergandengan tangan dalam pembebasan Palestina.
Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah dalam bukunya Pengkhianatan Syiah Sepanjang Sejarah memberikan sebuah analisa yang baik. Ia mengatakan bahwa Sejarah telah menampilkan lembaran-lembaran hitam tentang pengkhianatan-pengkhianatan Syi’ah terhadap kaum muslimin sebagai penerapan aqidah mereka terhadap kaum muslimin. Pengkhianatan-pengkhianatan Syi’ah ternyata tidak surut hingga hari ini bahkan semakin membabi buta. Maka hendaknya setiap muslim selalu waspada terhadap mereka dan tidak terperdaya dengan mulut-mulut manis mereka untuk memperdaya kaum muslimin Ahlus Sunnah dengan slogan “Persatuan Islam”.
Aqidah Syi’ah menganggap Ahlus Sunnah adalah orang-orang kafir dan najis sehingga halal harta dan nyawanya. Bahkan Yusuf al-Bahrani—seorang gembong Syi’ah—di dalam kitabnya alHadâiq an-Nâdhirah fî Ahkâm al-’Itrah ath-Thâhirah (12/323),  mengatakan, “Sesungguhnya anggapan bahwa an-Nashib (baca: Ahlus Sunnah) itu muslim, dan juga anggapan bahwa agama Islam tidak membolehkan untuk mengambil harta mereka, ini semua tidak sesuai dengan ajaran kelompok yang benar (Syi’ah, Pen.) mulai dari dahulu sampai sekarang, yang mana mereka itu mengatakan bahwa an-Nashib itu kafir dan najis serta boleh diambil hartanya bahkan dibenarkan untuk dibunuh.”
Dengan berpegangan pada teologi inilah, Syiah sangat menanamkan kebencian terhadap Ahlus Sunnah. Mereka menganggap darah kaum Sunnah halal untuk dialirkan. Bahkan Syaikh Husain bin Ali ‘Ushfur al-Dararial-Bahrani dalam kitabnya, al-Mahasin al-Nafsaniyyah fii Ajwibah al-Masaa-il al-Khurasaaniyyah, hal. 17 menyatakan bahwa orang-orang Syi’ah menggelari orang-orang Sunni atau Ahlus Sunnah wal Jama’ah (al-Nashib) lebih najis daripada anjing dan lebih kufur daripada Yahudi dan Nashrani. Dia mengatakan,
بَلْ أَخْبَارُهُمْ عَلَيْهِمُ السَّلامُ تُنَادِي بِأَنَّ النَّاصِبَ هُوِ مَا يُقَالُ لَهُ عِنْدَهُمْ سُنِّياًّ
Bahkan kabar-kabar dari mereka (para imam) ‘alaihis salam menyerukan bahwa yang dimaksud al-Nashib adalah yang dikenal dikalangan mereka dengan Sunni.
Maka itu mengkaji milisi-milisi Syiah menjadi kebutuhan umat Islam. Kejadian di Suriah, Lebanon, maupun Palestina adalah bukti Syiah menyimpan pasukan yang patut diwaspadai  umat Islam. Dari zaman Hasyasyin, Hizbullah, Houti, Shabiha, milisi-milisi Syiah terus bergerak mengkhianati umat Islam. Di Irak, ikatan yang melingkar di leher warga Sunni pun menjadi pemandangan merata dalam upaya pemerintahan boneka Syiah Irak menghukum mati para pengikut Sunni. Allahua’lam. (Pizaro/Bersambung)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: